Seorang gadis berambut coklat panjang sedang duduk di salah satu bangku di tengah taman kampus dengan kepala menduduk. Bibirnya menghelakan nafas berat. Lalu seseorang berdiri didepannya membuat Fika mengangkat pandangannya. "Aku minta maaf soal kemarin." kata orang itu begitu tatapannya terkunci dengan mata Fika. "Aku tau kemarin aku udah keterlaluan." Fika menggeleng samar dengan mata yang menyipit karena silau. "Sakha, aku yang harusnya minta maaf." Sakha berjongkok. "Aku melakukan itu cuma gak mau kamu menyesal nantinya. Kalo kamu emang beneran cinta sama dia, kamu bisa kejar sekarang sebelum terlambat—sebelum aku larang kamu." "Sakha.." "Karena nanti aku gak bakalan pernah lepasin kamu walau kamu minta." Fika memalingkan wajah. "Nggak semudah itu, Kha. Aku memang mencintai dia

