Ada Gelato dalam cups, berdiri di atas meja terlihat akan mencair sebentar lagi. Satu dua tetes turun melewati cups hingga jatuh ke meja, angin menerpa permukaan gelato tersebut, sang pemilik enggan untuk menyentuhnya kembali. Masih dalam diam yang menyelimuti, keduanya sama-sama tenggelam dalam lamunan masing-masing. Tiba pada satu titik, dimana Daniel mendapatkan keberaniannya untuk mengatakan hal itu pada Tavisha. Dia mencuri-curi pandang ke arah perempuan yang masih menikmati gelato rasa matcha, hampir habis bahkan. Berbeda dengan gelato miliknya yang masih utuh. “Gelato nya buat aku aja ya, Mas? Sayang kalo nggak di makan” Saat Tavisha hendak menggeser gelato milik Daniel, sang empu menahan. “Jangan kebanyakan, nanti kamu sakit” Mendengar hal itu sontak membuat tawa Tavisha pecah,

