[23]

2387 Words

Pagi datang, diatas ranjang berukuran king size tangan Daniel meraba bagian samping untuk mencari seseorang. Kelopak matanya terbuka kala tangan itu tak menemukan siapapun disana. Kepala Daniel terangkat, dia menatap sekeliling ruangan. Tidak ada siapa-siapa selain dirinya. “Ti?” panggil Daniel, dia ingat mereka telah melewati malam yang panas, atau itu hanya sebatas mimpi? Daniel menyibak selimut, kepalanya pusing bukan main. Menahan rasa pening yang membuat dunia seolah berputar-putar, Daniel berjalan sempoyongan menuju dapur. Seorang perempuan sibuk menyeduh teh hangat disana, Daniel melangkah lagi dan memeluk Tiara dari belakang. “Gue pikir lo pergi” katanya dengan suara serak khas orang bangun tidur. Dagu Daniel bersandar di pundak, kembali memejamkan mata. “Ya emang mau pergi habis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD