Kursi duduk panjang berwarna hitam membuat Anggini berpikir untuk mengajak bicara Asta di sana. Mereka tidak bisa terus menerus berdiri untuk membicarakan fakta serius ini. Sejujurnya juga Anggini ingin lebih cepat mengetahui kronologis dari tragedi yang menyebabkan suaminya mengalami cedera begini. "Aku nggak tahu kamu akan bicara begini, Nggi. Apa yang udah aku lakuin ke kamu itu... sangat salah. Aku membuat kamu menjadi pelampiasan atas Gita. Itu fatal dan gila." "Aku justru bersyukur datang sekarang. Kalo aku masih bertahan dalam keadaan meledak-ledak, mungkin kita akan benar-benar saling membenci." Menatap mata wanita yang masih belum resmi berpisah darinya itu, Asta hampir saja tenggelam dalam imajiner lain. Imajiner dimana hanya ada mereka berdua yang bahagia. Imajiner yang me

