24

1210 Words
“Kita jangan membahas masa lalu, sebaiknya kita cepat pergi dan mencari bala bantuan.” “Kau benar—” Tiba-tiba Erlend dan Cody sudah berdiri di ambang pintu ruang pertemuan mereka. Erlend mengatakan, “Tidak perlu kemanapun, langsung saja berangkat, kami akan membantu.” Para Saudari kaget karena mendadak ada orang lain di sekitar mereka. Tidak ada yang merasakan keberadaan mereka. . . . “Jadi, siapa kalian ini?” Erlend dan Cody memperkenalkan diri mereka kepada para Saudari. Keberadaan Erlend yang merupakan Demigod dunia bawah membuat para penyihir wanita itu saling memandang. Biasanya dunia dewa memang terpisah dengan penyihir. Tak heran mereka kebingungan saat mengetahui bahwa putri mereka mengenal sosok setengah dewa ini. Seorang wanita paruh baya berambut merah, langsung memperkenalkan diri juga, “aku adalah Georgina, aku ibu asuh dari Laura. Dia tidak mengerti kalau aku hanyalah ibu asuh, jadi jika semua ini selesai, tolong tetap rahasiakan ini.” Wanita lain yang berambut coklat terlihat memperhatikan fisik Erlend dengan seksama. “Tapi aku tidak menyangka Laura memiliki kenalan seorang demigod. Seharusnya kita semua menjauhkannya dari apapun.” Erlend mulai memperkenalkan diri lebih lanjut, “aku memang putra dari dewa Hades, tapi jangan terlalu memikirkan apa yang terjadi. Jujur saja, aku menawan putri kalian, Laura, sebelum akhirnya dia diculik oleh para pemburu penyihir ini.” “Menawan?” “Iya, Laura adalah Tawananku karena sebelumnya aku sedang bertarung melawan Minotaur, dan dia bisa melihat kami. Padahal seharusnya tidak ada seorang manusia pun yang bisa melihatku dalam mode tak terlihat kecuali penyihir hebat ataupun mereka yang hendak mati. Saat itu, aku curiga kalau Laura adalah penyihir tapi anehnya aku tidak merasakan sihir dari dirinya.” “Laura tidak mengetahui siapa dirinya yang sesungguhnya.” “Karena itulah aku sempat menganggapnya berbohong, aku tidak bisa juga menghapus ingatannya. Sudah pasti aku menjadi semakin curiga kalau dia adalah penyihir berbahaya.” “Jadi karena itu kau menawan Laura?" ”Bukan hanya itu, Laura bisa merasakan apa yang seharusnya tidak bisa dirasakan. Dia bisa merasakan keberadaan orang yang memakai helm tersembunyi dan terkuat di dunia yaitu Helm Hades. Siapapun yang memakainya seharusnya tidak terlihat sekalipun oleh dewa. Tapi, anehnya, Laura bisa merasakannya— helm Hades saat ini dicuri, aku maupun dewa lain tak bisa mencarinya. Jadi, karena itulah aku menahan Laura lebih lama, untuk membantuku melacak keberadaan helm Hades.“ ”Masuk akal memang, bagaimana pun Laura adalah penyihir yang hebat di masa lalu. Iya, dia adalah Tita di masa lalu, penyihir yang ramalannya tak terbantahkan, selain itu banyak sekali sihir yang tak mampu disamai oleh penyihir jaman sekarang.“ ”Ada kemungkinan para pemburu penyihir ini memanfaatkannya.“ ”Iya, karena itulah kami harus menyelamatkannya. kau serius ingin membantu kami?“ ”Iya, mana bisa aku merelakan Tawananku sendiri.“ ”Baiklah persiapan portal mungkin sudah siap. Kita pergi sekarang.“ ”Iya.“ Mereka semua bergegas untuk melewati portal yang mempertemukan tempat ini dengan wilayah yang menjadi hutan tempat persembunyian markas dari para pemburu penyihir. . . . Erlend merindukan Laura. Jika sebelum-sebelumnya demigod ini tidak mempedulikan gadis itu, maka perasaannya seperti dijungkirbalikkan saat ini. Erlend sudah merawat Laura yang terbaring sakit berhari-hari. Mereka juga sudah menghabiskan banyak waktu berdua. Benih-benih cinta mulai tumbuh dalam hati demigod ini. Tidak mengakui pun, hatinya tetap sudah takluk. Masa lalu Erlend selalu diwarnai latihan, latihan dan latihan. Thanatos membesarkannya dengan cara yang berbeda dari kebanyakan anak manusia. Iya, itu karena dewa itu tahu kalau dewa Hades akan meninggalkan singgasana untuk sementara. Thanatos tidak main-main dalam mengajari Erlend dalam membela diri, melawan makhluk-makhluk yang ada di dunia bawah dan memberitahu beberapa mantera dewa. Semua dia lakukan semata-mata juga demi Erlend sendiri. Demigod atau setengah dewa memiliki kekurangan dan kelebihan. Kekurangan yang paling mendasar adalah dari segi fisik. Erlend jauh lebih mudah terluka ketimbang para dewa. Meskipun begitu, sebenarnya Erlend masih bisa hidup abadi asalkan rutin mengonsumsi minuman kebadiaan yang juga selalu diminum oleh para dewa. Ibu Erlend meninggal dunia tak lama setelah melahirkannya. Sampai sekarang pun, Erlend tidak pernah menikmati rasanya memiliki ibu ataupun dimanjakan orang tua. Thanatos terlalu ketat, walaupun sesungguhnya dia juga mengajaknya bermain sesekali. Tapi, tetap saja ada kalanya saat Erlend kecil memandangi jalanan dimana banyak anak manusia yang bergandengan dengan ibu dan ayah mereka. Kesepian. Itulah yang dirasakan oleh Erlend kecil. Semenjak bayi hingga sekarang, dia juga tak pernah lama saat berkenalan dengan manusia. Sebagian karena dia hapus ingatannya, sebagian lagi karena memang tidak ada hubungannya dengan dirinya. Semuanya datang dan pergi, membuat jiwa Erlend menjadi sangat dingin tak ada kehangatan sama sekali. Tapi, sekarang semua berbeda. Perlahan - lahan hati Erlend menjadi hangat. Erlend menyukai kehadiran Laura, merasakan hangatnya senyuman yang sering diberikan untuknya. Walaupun pada awalnya pertemuan mereka sangat buruk, tapi lambat laun, dia menyadari ternyata Laura memang orang yang hangat. Sindiran demi sindiran yang dilontarkan gadis itu kembali terngiang di pikirannya. Erlend sudah berjanji akan membawa Laura kembali, terlepas dari masalah apapun yang terjadi padanya. Dia serius akan membawa pulang gadis itu, dan memulai hidup baru. Dia tidak paham apa yang dia pikirkan sebenarnya, tapi jika tidak ada Laura, maka terasa sangat hampa. Segalanya terasa tidak menyenangkan. Dia bisa mengingat saat pertama kali mencium Laura. Niatnya dahulu hanya sebatas untuk mengetahui rahasia dalam dirinya, tapi ternyata dia baru menyadari hal itu sekarang. Pipinya menjadi kemerahan, ini memalukan. Dia baru sadar akan hal tersebut. Saat itu, dia mencengkram dagu gadis itu, lalu mendekatkannya pada dirinya. Dia masih menunjukkan wajah serius. Dengan suara lirih, dia berkata, “Nona ... Kau membuatku amat penasaran, siapakah dirimu sebenarnya? Tunjukkan padaku siapa kau ini sebenarnya.” Mengingat hal tersebut saja membuat diri Erlend begitu malu. Dia terus mengingat kejadian lampau tersebut, reaksi Laura yang menurutnya sangat manis. “Menjauhlah dariku, kau ini sangat aneh.” wajah Laura pun ikut memerah karena malu. Dia terlihat jelas kalau pernah sekalipun diperlakukan seperti ini oleh laki-laki manapun, kecuali sekarang. Erlend juga ingat langkah selanjutnya yang dia lakukan malah melingkarkan tangan di punggung gadis itu, kemudian mendekatkan Wajah mereka dan dalam hitungan detik, dia mendaratkan Sebuah ciuman tak terduga di bibir manis Laura. Laura kaget luar biasa. Bibir mereka menyatu setidaknya lima detik. Selepas itu, Erlend menarik dirinya lagi, dan menyentuh dadanya kembali. Debaran jantungnya menjadi tak karuan. Saat itu, dia masih heran karena hal tersebut. Rasa yang tak pernah dia rasakan sebelum. Akan tetapi sekarang, perlahan dia menyadari, mungkin inilah yang dinamakan ketika seseorang menemukan pasangan. d**a berdebar dan perasaan tak tenang saat berjauhan. Dia ingat pula seusai berciuman, Laura langsung membuang muka sambil menutupi bibirnya. Dia bisa melihat mata gadis itu melotot, d**a berdetak cepat. Walau usianya sudah cukup matang, tapi dalam hal percintaan, dia bagaikan anak remaja. “Kau ... Kau mengambil ... Ciuman pertamaku!” Dia menjadi murka terhadap dirinya yang barusan menciumnya. Erlend masih ingat semua kejadian itu. Dia tersenyum sedih ketika dia malah mengatakan, “ciuman adalah Sarana untuk membaca pikiran paling cepat. Aku hanya ingin tahu siapa dirimu, tapi sepertinya— aku tidak tahu, malahan... Saat aku mencium mu, dunia serasa berhenti dan otakku pun tak bekerja.” Dia baru sadar kalau dahulu memang sangat bodoh. Mau bagaimana lagi, dia juga sangat awan dengan percintaan. Laura adalah gadis pertama yang dia dambakan sekarang. Pertama kalinya, dia menginginkan seseorang sampai seperti ini. Apa lagi ini namanya kalau bukan cinta? ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD