Bab 57

975 Words

Ayu berdiri tegak di depan pagar rumahnya, jemarinya mengepal tanpa ia sadari. Udara sore yang biasanya terasa hangat kini terasa menekan d**a. Di hadapannya berdiri seorang wanita dengan pakaian rapi, rambut tergerai sempurna, senyum miring yang sama sekali tidak ramah. Rita. Mantan istri Hendro itu benar-benar muncul lagi. Bukan lewat pesan singkat, bukan lewat orang suruhan, tapi berdiri langsung di hadapan Ayu seolah-olah rumah ini juga miliknya. Ayu menatap Rita tanpa berkedip. Dalam hatinya ada gemuruh amarah, tapi juga tekad yang keras. Ia bukan Ayu yang dulu, gadis penurut yang mudah goyah. Ia istri Hendro sekarang. Ibu bagi Kiano. Dan ia sedang mengandung. Rita menyeringai, sorot matanya tajam, seolah menikmati setiap detik ketegangan itu. “Kamu boleh senang sekarang,” ucapnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD