56

1009 Words

Sore itu suasana rumah terasa jauh lebih hidup dari biasanya. Cahaya matahari condong masuk lewat jendela ruang tengah, memantul di lantai keramik yang bersih. Dari arah teras belakang terdengar suara terompet kecil yang ditiup dengan penuh semangat, meski nadanya sama sekali tidak beraturan. Prittt… priiit… praaat. Ayu yang sedang duduk di sofa sambil mengelus perutnya langsung menoleh. Alisnya terangkat, bibirnya mengembang menjadi senyum geli. “Kiano,” panggil Ayu lembut, “itu lagu apa, Nak?” Kiano berhenti meniup terompetnya. Bocah itu menoleh dengan wajah bangga, pipinya sedikit mengembung. “Ini lagu kemenangan, Ma.” “Kemenangan apa?” tanya Ayu menahan tawa. “Kemenangan karena hari ini enggak ada yang ganggu aku di sekolah,” jawab Kiano mantap. Hendro yang baru keluar dari kama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD