Senyuman selalu terbit jika mengingat Dinar Wiranata Jusuf. Wanita hebat yang kusia-siakan. Penyesalan terdalam adalah ketika perceraian tidak bisa dihindari lagi. Duniaku runtuh seketika, tanpanya hampa. Dia candu untukku. Senyum dan tawanya adalah obat mujarab untukku. Kesalahanku, bahkan sampai saat ini tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Akibatnya, tidak bisa mempertahankan tumah tanggaku dengan Dinaya. Gema adalah korban dari ketidaberdayaanku untuk membuka hati. Seandainya waktu bisa diulang, tidak ingin membuat kesalahan fatal itu. Aku menginap semalam di tempat Jasmine. Hari Rabu pulang ke Yogyakarta. Sebelumnya aku meminta nomor ponsel Dinar pada adikku. Suatu saat akan menghubunginya. Sekadar basa-basi saja. Ada yang mengganjal dalam hatiku. Pria yang bersama dengan Dinar

