17. Jangan Panggil Tuan

1028 Words

Gendis tidak tahu mobil yang dia naiki itu akan kemana karena jalurnya berbeda arah dengan rumah kontrakan yang dia tempati. Matanya hanya terfokus keluar jendela walaupun sesekali melirik Glen yang duduk di sebelahnya. Entah kenapa Gendis bahkan memikirkan ucapan yang baru beberapa menit dia katakan pada Joni. "Jangan ngelamun, Gendis! Nggak baik loh!" kata Glen tiba-tiba merubah gaya bicaranya menjadi santai. Seolah Glen ingin memulai percakapan layaknya seorang teman. "Kita akan kemana, Tuan?" tanya Gendis tanpa mengalihkan pandangannya. "Sebaiknya mulai sekarang kamu jangan panggil aku dengan sebutan Tuan, deh! Kesannya kamu itu bawahan aku." "Lantas … saya harus panggi apa, Tuan?" "Panggil aja … em … 'Mas' mungkin," ucapan Glen mampu membuat Gendis menoleh menatap Glen dengan sat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD