Tubuh kurus itu menatap kosong ke atas langit-langit kamar, tak ada kecerahan yang terlihat di mata dan wajahnya. Mata sembab nyaris bengkak dan wajah memerah bekas tamparan tapak tangan Shaka yang besar. Tak ada harapan kebahagiaan untuk Dasta sepertinya, ia sudah sepenuhnya masuk ke dalam siksaan neraka yang di ciptakan Shaka khusus untuknya. Seluruh tubuhnya lebam penuh luka bekas pukulan dan cambukan ikat pinggang milik Shaka, tak hanya itu saja, Shaka bahkan menambahkan siksaan untuk Dasta yang nyaris tak ingin di ingatnya. Dasta bahkan tak sanggup rasanya bergerak hanya sekadar untuk keluar dari kamar, biarkan saja seperti ini. Bahkan Dasta berdoa semoga saja Tuhan mencabut nyawanya sekarang, agar Shaka senang dan bahagia mendengar kabar kematiannya. Otak licik Dasta timbul keti

