Prok... Prok... Prok.... Shaka masih terus bertepuk tangan riuh, seakan ia tengah memberi sebuah sambutan untuk pemenang sebuah kompetisi. Perlahan namun pasti Shaka berjalan mendekati mereka, menatap secara bergantian Dasta dan Vito. "Abang ipar, aku bisa jelasin semuanya. Kau salah paham—" Bugggh. Tanpa ba-bi-bu Shaka langsung melayangkan pukulannya, memberikan bogem mentahnya ke wajah Vito tepat mengenai sudut bibirnya. Sudut bibir Vito mengeluarkan darah akibat robek dari kuatnya pukulan Shaka. Dasta yang panik melihat hal itu pun menjerit histeris. Semakin histeris saat Shaka tak hanya sekali memukul Vito, sepertinya Shaka memang sengaja menimbulkan keributan hingga memukul-mukuli Vito brutal. "Hentikan!" teriak Dasta namun tak berarti apa-apa bagi Shaka. Kejadian ini pun su

