Wajah Arkhan merah padam, menggaruk kepalanya. "Ah, Dinda, kamu selalu suka membuatku kikuk dengan pertanyaanmu." Dinda memperhatikan reaksi Arkhan. "Tapi, kan, itu pahala bagi istri yang bisa membuat suaminya senang," gumam Dinda. Arkhan tersenyum malu-malu. "Iya, itu benar. Jadi, ehm, ya, aku suka melihatmu memakai pakaian tidur seksi." Dinda tersenyum lebar. "Oke. Kalau kakak suka, aku akan memakainya. Biar pahala aku banyak." Dinda berdiri melangkah menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. “Lho, ngapain ke kamar mandi? Ganti di sini aja bisa!” Arkhan tersenyum nakal. Dinda menghentikan langkahnya lalu berbalik dengan tatapan tak percaya. “Kakak, tadi ngomong apa? Apa aku salah denger?” tanya Dinda penuh penekanan. “Memangnya kamu denger apa?” Arkhan balik bertanya. Dinda me

