Air mata ku jatuh tak dapat terbendung lagi langsung ku peluk ibu dan menangis sejadi jadinya ku tumpahkan semua di pundak ibu ku.
" menangislah nak jika itu dapat meringankan beban di hatimu " kata ibu sambil mengusap usap punggungku.kami berpelukan lumayan lama akhirnya ibu melonggarkan pelukannya lalu memegang bahuku.
" Nak apapun yang terjadi dalam rumah tangga selagi itu masih dalam batasannya usahakan orang lain tidak perlu tau dan sekarang hapus air mata ini saudara saudaramu gak perlu tau apa lagi bapak nanti bapak jadi kepikiran " kata ibu dengan senyum penuh kasihnya dan menghapus air mataku.
" Bu terima kasih tanpa ibu aku tak tau harus bagaimana lagi " kugenggam tangannya dan mecium kedua punggung tangan ibu dengan takzim.
Aku sangat bersyukur aku masih punya seorang ibu yang hebat, bijaksana dan penyayang.
kalau tidak karena nasehat nasehat ibu mungkin aku sudah mengumbar aib rumah tanggaku kemana mana.
" Ayo nak cuci muka mu kita keluar temui bapak dan saudara saudaramu, sebentar lagi waktu kita makan siang "
" ya bu " aku bangkit dari tempat duduk dan berjalan menuju kamar mandi ibupun ikut bangkit dan berkata
" ibu tunggu diluar ya nak "
aku hanya mengangguk mengiyakan.
Setelah dari kamar mandi aku pun keluar menyusul ibu ke halaman belakang
" susan kapan datang dek "
tanya kak nina
"Tadi pagi kak " ku menoleh ke arah keponakan ku yang lagi asik bermain
" bentar kak aku ketemu mereka dulu kangen " kataku sambil menunjuk ke arah keponakanku
kak nina tersenyum dan mengangguk.
" Temuilah mereka juga kangen sama kamu "
" assalamualaekum ganteng cantik bibik boleh ikutan main gak "
Mendengar suaraku mereka serempak menoleh lalu menjerit dan berebut memeluk ku " biiiiiibbiiiikk...."
" kakak kangen bibik " kata si kakak
" adek duga tanen bibik " sambut si adek yang belum begitu jelas ngomongnya.
" Bibik juga kangen kalian muah muah kesayangan bibik "
ku kecup pipi kedua keponakan ku.
" udah sayang sayangannya ? sekarang kakak adek cuci tangan kita makan dulu ya sayang nanti maen lagi sama bibik ya " pinta kak nina pada ke dua anaknya.
" ciap bu " jawab si adek sambil memberi hormat pada kami seperti seorang polisi.
melihat tingkah lucu si adek kami ter gelak tawa
" gemes deh " aku mencubit gemes pipinya.
Aku dan kak nina jalan masuk ke ruang makan namun masih di depan dapur tiba tiba aku merasa mual mencium bau ikan dan " hooowak hoowak"
membuat kak nina kaget " dek kenapa ka kamu kenapa " ku abaikan pertanyaan kak nina aku langsung lari ke kamar mandi. " howak hooowaak " dari luar ku dengar suara seseorang mengetuk pintu " tok tok tok "
" susan apa kamu baik baik saja nak.