114. Lamaran Yang Tergesa

2978 Words

Setelah mengantar mamaku pulang sampai loby, kita lalu ganti baju dan pergi kencan. Kebanggaan tersendiri untuk aku, dengan meningkatnya status hubungan kita menjadi tunangan. Kamu anteng aku rangkul dan peluk mesra dan sesekali kita berciuman saat mengantri tiket dan mengantri beli cemilan. "Yang...pada lihatin kita" bisikmu. "Biarin paling pada buka k****t di toilet" jawabku berbisik juga karena kita sedang antri membeli tiket. Kamu ngakak. "Kasihan ya!!, buka k****t doang bisanya, ga bisa ciumin kamu kaya aku!!" katamu sambil berbalik lalu menciumi bibirku sekilas berkali kali. Aku tergelak. Kelakuanmu balik lagi seperti zaman sekolah dulu. Itu caramu buat cewe cewe yang lihatin aku jadi illfell, cara yang sama aku lakukan kalo aku sebel melihatmu di lihatin cowo cowo. Itu cara kit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD