115. Tunangan

3023 Words

"Ayo Yang!"ajakku lagi sambil membuka pintu mobil untukmu. Kamu menurut lalu merebahkan kepalamu di bahuku. Aku lalu sibuk menelpon mamaku. Kamu diam menyimak. Aku memintamu juga untuk bilang kalo kamu merasa mau muntah lagi biar bisa berhenti di jalan. Tapi kamu justru tertidur di pangkuanku. Aku usap punggungmu supaya kamu merasa nyaman. Handphoneku berbunyi dan ternyata papaku. "Ya pah!" jawabku. "Apa apaan kamu nyuruh mama sama papa besok nyusul kamu ke Bandung" semprot papaku. "Ga usah marah apa pah!, aku cuma mau kasih papa kesempatan lihat kepalaku di penggal om Dave" jawabku santai. "Oya??, karena Noni kamu hamil???, astaga No!, kamu bikin papa sama mama malu!!". "Ga akan pah, kan Noni hamil sama aku!, udah sih slow aja!, intinya papa mau nyusul ga?, kalo ga mau, aku tinggal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD