116. Rahasia Yang Terbongkar

3060 Words

"Kami pulang dulu ya!" pamit papa dan mamaku. Kita juga ikutan pamit pulang, saat sore datang. Kita berangkulan saat pamit. "Jaga diri ya nak!, antar periksa ya No!" pinta mamamu. Aku mengangguk lalu kita masuk mobil masing masing dan bertolak ke Jakarta. Kamu tak lama tidur. Kamu pasti cape, sebelum pulang kita sempat bercinta dulu di rumah pohon di halaman belakang rumah mama dan papapmu, sampai mamamu memanggil kita untuk pulang. Luar biasa. Kita memang tak pernah bisa sehari saja libur bercinta. Aku mengecup kepalamu lalu ikutan terlelap sampai tiba di apartemen. Sampai di apartemen aku langsung panik lagi karena kamu mengeluh sakit perut. Aku langsung menyuruh bibi buatkan teh hangat lagi. "Harusnya aku dengerin kamu kemarin untuk ke dokter. Nanti kalo udah mendingan kita ke dokte

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD