Kedamaian

1712 Words

Karena tidak tahan di dalam kamar, maka Vita memutuskan segera keluar setelah mandi. Air dingin tidak banyak membantu, kepalanya tetap pening mendengar suara ranjang dari kamar Kaluna yang seolah tak berhenti. Dengan langkah terburu, ia mengambil tas kecil dan mengenakan dress santai berwarna biru pastel yang jatuh anggun di tubuhnya. Enough is enough, batinnya, lebih baik kabur ke resto daripada gila mendengar soundtrack cinta sahabatnya. Ia menyebutkan nomor kamar ke resepsionis resto, lalu berjalan masuk. Aroma kopi segar dan roti panggang menyambut, membuat perutnya mendengkur. Namun langkahnya mendadak melambat begitu matanya menangkap sosok yang tidak asing di sudut ruangan, Marcel. Duduk tegak, sudah rapi dengan kemeja putih bersih, rambut tersisir rapi, dan ekspresi menyebalkan ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD