Panas dan Dingin

1804 Words

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Kaluna tidak bangun sendirian. Hangat tubuh seorang lelaki terasa nyata di sampingnya, melingkupi pinggangnya dengan lengan kokoh. Nafas itu berat namun teratur, d**a bidang Dhika bergerak naik-turun dalam ritme tenang, seolah malam yang liar semalam hanya mimpi panjang yang akhirnya terbayar lunas. Mereka berdua kini sudah mengenakan kaos bersih. Entah kapan tepatnya Kaluna hampir kehilangan kesadaran, tubuhnya terlalu letih untuk mengingat. Yang jelas, kamar sudah rapi. Sprei berganti, aroma sabun mandi dan kesegaran memenuhi udara. Itu kebiasaan lama Dhika, selalu memastikan Kaluna bersih dan nyaman setelah bersama. Sentuhan kecil itu justru menusuk jauh ke d**a Kaluna, membuatnya sadar betapa besar rindunya, betapa hatinya kembali sayang, buka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD