“Tapi coba deh kamu ketemuin dulu orang yang mau dijodohin sama kamu, siapa tahu emang orangnya baik,” ucap Vita tanpa menoleh, tangannya sibuk melipat kemeja putih Marcel lalu memasukkannya ke koper. Ia mendengus kesal karena pekerjaan ini seharusnya bukan bagian dari jobdesc sekretaris. Tapi ya, demi bonus tambahan, ia menahan diri. Marcel hanya bersandar di kursi gaming hitam, headset melingkar di lehernya, jempolnya lincah menekan tombol controller. “Non. Pernikahan itu boring. I don’t want it.” Suaranya datar, matanya tak lepas dari layar. Vita menghentikan lipatan, menoleh tajam. “Boring dari mana? Kamu aja belum coba. Sekali aja ngobrol sama calonmu. Minimal kenal dulu. Kalau ternyata cocok gimana?” “Kalau ternyata nggak cocok?” Marcel menoleh sekilas, lalu kembali fokus. “Aku ga

