“Marcel, gak ada kerjaan lain apa? Ini weekend, kamu kan pasti punya temen golf atau apa kek, ngapain ngikutin aku mulu,” rengek Vita sambil memulas lipstik tipis di depan cermin mungil apartemennya. Apartemen itu sempit, berantakan dengan majalah fashion, beberapa tas belanjaan, dan lampu meja yang temaram. Sementara di sofa abu-abu, Marcel dengan kaos oblong dan celana santai tengah terbaring seenaknya, sambil memainkan game di tangannya menyala. Marcel mengangkat sedikit alisnya, tidak melepas pandangan dari layar. “Golf? No, thank you. Orang-orang di sana cuma ngomongin merger, investasi, future plan, bla bla bla… boring as hell. Mending ikut kamu. At least terasa fun, ada hiburan.” Vita menoleh cepat, melotot. “Fun apaan? Kamu ikut aku ke mall mau ngapain? Belanja lipstik? Aku tuh m

