Aku mundur untuk memberikan kesempatan Radit bersimpuh di kaki mamanya memohon restu dan juga pada bang Raka dan kak Iin. Bang Nino yang memang sudah akrab dengan Arka memangku Arka menggantikan bang Raka. “Mama…” gantian Radit merengek pada mama dan aku menunggu di belakang Radit. Sibuk juga mamanya menangis sampai bang Raka merangkul bahu mamanya. “Aku minta maaf untuk setiap tangis mama untukku. Aku minta maaf kalo aku pernah bicara kasar dank eras pada mama. Maaf kalo ternyata aku selalu butuh mama…” lanjut Radit. Menangis lagi semua. “Makasih mah..sudah bersedia membesarkan aku, tanpa meminta pamrih. Terima kasih mah, sudah bersedia juga jadi sosok ibu yang luar biasa, yang senantiasa menyebut namaku di setiap doa dan sujud mama. Terima kasih sudah bersedia juga menjadi sosok pap

