117. Sungkem

2920 Words

“Om…” rengek Radit pada om Narez setelah dia bersimpuh dan mencium tangan om Narez juga. “Ya nak…” jawab om Narez tersenyum menatap Radit. “Aku boleh minta hal lain sama om?” tanya Radit. “Apa?, silahkan!!” kata om Narez. “Makasih sebelumnya untuk kebaikan om. Aku tidak punya om lain dari keluarga mama dan papaku, hampir semuanya sudah almarhum, kalo pun ada, sudah sepuh dan berada di luar kota, dan aku tidak tega memintanya datang untuk jadi pendampingku. Aku tidak punya papa om, bersediakah om jadi papa pengganti dan dampingi aku, dan jadi saksi pernikahanku juga?” tanya Radit dengan suara bergetar. “Masya Allah…” desis om Narez lalu menatap kami semua yang jadi menangis karena permintaan Radit. Yang wanita maksudku, yang lelaki hanya tersenyum. “Udah pah, iyakan, aku bersedia ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD