99. Official

2833 Words

"Ayo sini!, ngapain berdiri aja!" perintah bang Nino. Aku dan Radit mendekat lalu mencium tangan seluruh tetua. Aku yang mencium pipibang Nino, sedangkan Radit merangkulnya. Pasti Radit juga mikir bang Nino tiba tiba jadi malaikat. "Akhirnya berani juga elo ke sarang macan!" ledek bang Nino saat rangkulan Raditterlepas. Radit tertawa pelan lalu kami duduk di sofa di hadapan mama papa dan bang Nino yangduduk di sebelah mama. Eyang ti dan eyang kung duduk satu sofa di sisi lain. "Papakenal Radit?" tanya mama. "Dia bukan estimator di kantor?" tanya eyang kung. "Ya...pah..yang aku bingung kenapa datang sama Gladis" komen papa. "Mereka pacaran pah!" jawab bang Nino. Aku langsung menunduk dengan wajah memanas, Radit senyam senyum. "Beneran Dis?" tanya mama. Aku mengangguk tanpa berani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD