100. Ke Rumah Radit Lagi

2772 Words

“Morning everybody!!!” sapaku pagi pagi pada semua orang yang berkumpul di meja makan. “BERISIK!!” Sudah tau dong yang akan mengomel siapa?. Siapa lagi kalo bukan abang bangke yang pagi ini kusut nian. Kedua eyang tertawa menerima ciumanku begitu juga papa mamaku. “Jangan cipok gue, bau iler elo” tolak bang Nino menjauhkan wajahnya. Tapi aku tidak mungkin menyerah, aku paksa mencium pipinya dan dia mendengus kesal. “Sarapan sayang, sini duduk” undang mama menepuk bangku di sebelahnya. Aku menurut duduk. “Bujang tampan kenapa mah?” tanyaku karena bang Nino masih belum mandi juga. “Gak usah kepo” serobotnya sebelum mama bicara. Aku tertawa. “Paling Noni elo, di tolak ya?” ejekku. Bang Nino berdecak. “Salah kamu sendiri, cuma lihat dia nyanyi, payah banget jadi laki. Samperin do

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD