Janganlah berputus asa wahai jiwaku. Walaupun gelap sumur-penjaramu. Kini, sang Raja yang membebaskan Yusuf telah datang. Yaqub telah membuka hijab uzlahnya. Yusuf yang menyingkap hijab Zulaikha telah tiba. Wahai engkau yang habiskan malam hingga fajar dalam rintihan. Wahai Rabb yang Maha Pengasih mendengar permohonanmu itu, dan telah datang. Wahai sakit yang telah menua bersamamu. Berbahagialah! Obatmu telah tiba. "Jalaluddin Rumi" *** Sejak siang hingga saat ini sudah pukul delapan malam, kafe masih sangat ramai. Rasa penat mulai menghampiriku. Rasanya sungguh melelahkan. Namun, syukur selalu ku panjatkan. "Mbak, boleh minta bil-nya?" kata seorang gadis yang duduk di meja nomor lima bersama ke-empat temannya. Tiga orang perempuan dan satu orang laki-laki. "Baik, mohon tunggu

