Chapter 12. Suara Hati Sadewa 5A

1190 Words

POV SADEWA "Selain gila, Selina juga licik." Itu kalimat pertama yang otomatis keluar dari mulutku begitu menatap pemandangan di luar jendela kereta sore ini. Langit sudah mulai jingga, bayangan pepohonan memanjang di tanah, dan suara roda besi beradu di rel membuat pikiranku berputar cepat, kembali ke kejadian waktu itu. Beberapa hari yang lalu saat dia menanyakan noda kemerahan yang ada di area dadanya. “Mas, aku nggak akan maafin kamu,” ucapnya waktu itu, sambil melipat tangan di bawah d**a. Nada bicaranya santai, tapi tatapan matanya tajam seperti pisau. “Kamu udah grepe-grepe aku, ninggalin tanda merah di dadaku, dan ngaku kalau kamu nggak sadar. Kamu pikir aku percaya?” Aku waktu itu hanya bisa pasrah. “Aku beneran nggak sadar, Sel. Kemarin kan aku kecapean gara-gara nemenin k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD