
“Na, ke ruangan saya!”
“Siap, Capt.” Xena berdiri tegap di samping meja kerjanya.
“Na…” Arnold tampak ragu untuk mengatakan hasil keputusannya.
“Siap, Capt.”
Xena menatap atasannya penuh dengan tanda tanya.
“ada misi buat kamu. Misi kamu sekarang menyamar jadi anak SMA.”
“Apa, Capt?” tanya Xena masih tidak percaya dengan pendengarannya.
“Kamu jadi anak SMA.” ulang Arnold.
“Jadi anak SMA gimana urusannya, Capt?. Umur saya 28 tahun, gimana urusannya saya jadi anak SMA. Capt mah ada-ada saja.” Xena masih belum bisa percaya dengan apa yang diperintahkan atasannya.
“Ini sudah jadi keputusan dari atasan. Misi kita kali ini sedikit sensitif karena melibatkan orang-orang yang sensitif juga.”
Xena menganggukan kepalanya tanda mengerti dengan kata sensitif yang dikatakan oleh atasannya. Jika sudah keluar kata orang-orang sensitif maka sudah dipastikan misi kali ini berhubungan dengan orang-orang penting di negara ini.
“Tapi kenapa harus jadi anak SMA, Capt?” Xena masih belum paham dengan tugasnya kali ini.
“Karena kasus kali ini bisa jadi berhubungan dengan sekolahan.”
“Maksudnya gimana nih, Capt?”
“Ada kasus narkobaa di sebuah SMA dimana anak dari seorang pejabat bersekolah.”
“Apa anak itu pengedar?” tanya Xena.
“Kita belum bisa memastikan. Tugas kamu nanti mengawasi anak itu dan tunggu arahan selanjutnya apakah kita harus mengawasi atau melindungi dia.”
“Saya masih belum paham bagaimana bisa saya ditempatkan di sekolahan. Apa muka saya gak ketuaan buat jadi anak sekolahan. Bagaimana jika jadi gurunya saja.” usul Xena.
“Kalau jadi guru kamu tidak bisa mengawasi anak itu. Kita sudah menempatkan yang lain untuk menjadi guru. Nanti siang, tim kita akan rapat.”
“Jadi Ana gak bisa nolak nih, Om?” rajuk Xena pada Arnold.
“Ah kamu, kalau begini saja keluar manjanya sama Om.” kekeh Arnold.
“Bisa nawar gak?” Xena masih coba untuk mengelak.
“Tidak.” tegas Arnold.
“Oooom…..”
“Siang nanti kita rapat dengan anggota tim yang lain. Saya sudah selesai dengan kamu. Kembali ke tempat.” perintah Arnold.
“Dasar kejam.” Xena mencebik.
Arnold terkekeh melihat keponakannya kesal.

