PROLOG
"Kau kenapa belum tidur?", sepasang tangan mendorong tubuh ku dengan pelan agar aku bisa berbaring di atas kasur ku.
Aku sebenarnya tahu kalau sekarang waktu sudah tengah malam. Karena tadi aku melirik jam di atas meja belajar ku jarum panjang menunjuk ke angka dua belas. Beberapa hari ini aku kesulitan untuk tidur. Aku belum terbiasa dengan keadaan yang ku alami saat ini. Aku kembali meneteskan air mataku saat aku mengingat kejadian itu.
"Jangan menangis!", orang yang berada di samping tempat tidur ku sekarang sudah berbaring di atas tempat tidur ini.
Aku tidak menyadarinya, karena aku berbaring dengan posisi miring. Dengan perlahan dia memeluk tubuh ku. Lalu dia memberikan beberapa kecupan di belakang leherku. Aku mulai risih dengan perlakuannya. Karena bagiku dia adalah orang asing. Dia semakin merapatkan tubuhnya pada punggung ku. Aku bisa merasakan dadanya yang besar menempel di permukaan punggung ku yang tertutup piyama. Dia mulai meraba perutku dari posisinya saat ini, lalu perlahan mulai turun ke bawah. Aku menangkap tangannya sebelum dia mencoba untuk melakukan yang lain.
"Jangan bersikap tidak sopan padaku! " Aku melompat turun dari tempat tidur.
Tanpa menghiraukan ucapan ku dia merangkak di atas kasur lalu turun untuk menghampiri ku.
"Aku hanya ingin menghibur mu. Aku ingin membantu mu untuk melupakan kesedihan mu." Dia berada di hadapanku sekarang sambil tersenyum.
Aku mendorong tubuhnya lalu melemparkan barang apapun yang bisa aku gapai di atas meja belajar ku. "Pergi kau! " Aku berulang kali meneriaki kalimat itu.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi? " Aku mendengar suara pria dewasa setelah pintu kamar ku terbuka.
"Tuan! Bukankah Anda seharusnya kembali besok?" Seketika dia ketakutan melihat pria yang lebih dewasa dari ku ini menatapnya dengan tajam.
"Aku akan pastikan kau akan menyesali perbuatan mu ini seumur hidup!" Kata pria dewasa itu sambil menarik tangan orang yang melecehkan ku tadi untuk keluar dari kamar ku.
Dari sinilah mimpi buruk ku di mulai....