Menangislah, Hanna.

1274 Words

Julian memarkir mobilnya di halaman sebuah restauran tak jauh dari kantornya tadi. Hanna masih terlihat ragu-ragu. Rasa takut dan ragu-ragu bercampur jadi satu. Hanna benar-benar takut kalau Julian akan melakukan hal yang tak diduga. Misalnya, memanggil Max Jerome ke restauran itu secara tiba-tiba. 'Apa ini akhir dari persembunyianku?' batin Hanna yang masih diam di dalam mobil, sementara Julian sudah turun sejak beberapa detik tadi. Julian membukakan pintu mobilnya, "Turunlah!" ucapnya pelan namun tegas. Hanna masih diam. "Hanna ...." peringatkan Julian, suaranya yang rendah dan dalam cukup mengintimidasi. Apakah para tuan muda seperti Julian dan Max memang sudah terbiasa bersikap semena-mena seperti ini? Pikir Hanna yang pada akhirnya menyerah dan membuka safety belt-nya. "Tuan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD