Kedua tangan itu tampak bertaut. Mengabaikan kehadiran beberapa orang tahanan yang juga tengah mendapatkan kunjungan serupa di sana, tak menghiraukan sama sekali lirikan petugas penjaga pintu, yang sesekali tampak mencuri pandang ke arah mereka berdua. Citra tak peduli. Yang ia tahu, ia ingin menyentuh suaminya. Menyentuh lelaki, yang sudah beberapa hari ini membuatnya tak tenang tidur dan melupakan selera makannya. Citra tak peduli. Pun, dengan alasan utama yang menjadi penyebab pria itu mendekam di tempat ini ... ia tak peduli. Citra tak peduli, sama sekali. Yang ia tahu, ia merindukannya. Calon anak mereka pun membutuhkannya. "Nath ...," lirih Citra. Digenggamnya lembut kedua tangan Nathan di dalam dekapan kedua tangannya. Citra menatap pria itu lekat-lekat. Berhari-hari tida

