77. Aroma menyenangkan

1450 Words

"Kurasa, kamu sedang hamil, Dea." . . . Membutuhkan waktu beberapa detik lamanya, hingga Dea tersadar dari sihiran kalimat menyerupai mantra, yang baru saja Bima ucapkan padanya. Wanita itu membeku. Terpaku, untuk beberapa detik lamanya. Hingga ia benar-benar sanggup menguasai kembali dirinya, yang dengan serta merta membuatnya menarik kepala yang tengah bersandar nyaman, dari bahu kekar Bima. "A-aku hamil?!?" seru Dea, seketika. Dea lalu tampak terkekeh kecil. Meringis dengan gaya canggung, satu tangannya pun lantas terkibas di depan wajahnya. "Tt-tidak, Bim. Itu tidak mungkin! Mm-mana mungkin, secepat ini?! Kita baru melakukannya beberapa kali, bukan?!" seloroh Dea ringan, kemudian kembali meringis dengan canggung. Mengundang lirikan tajam Bima, yang seketika memandangnya dengan ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD