Selesai acara dari rumah bunda, Hira lebih sering diam, begitupun Eling yang mendadak diam juga. Mereka sama-sama diam hingga sore hari ketika pulang ke rumah dinas, selama dua hari mereka menginap semalam di sana dan pulang ketika habis ashar. Hira pun tak peduli dengan Eling yang tiba-tiba diam juga. Ia masih terngiang ucapan Mbak Billa yang menyayat hatinya. Bagaimana juga ia punya perasaan. Sampai di rumah dinas sekitaran pukul 5 sore karena terjebak macet di kawasan wisata Batu tadi. Hira langsung masuk ke dalam rumah dan melepas penatnya. Sampai adzan maghrib, Eling tak kelihatan batang hidungnya. Mungkin saja laki-laki itu pergi ke masjid setelah pulang tadi. Lantas Hira memilih shalat dulu dan menghangatkan makanan yang sempat ia bawa tadi dari rumah bunda. "Mas makan dulu." Uc

