Melihat raut wajah Abimanyu yang berseri membuat Cempaka menahan diri untuk menanyakan maksud Abimanyu untuk menikahinya tersebut. Cempaka bimbang apakah akan mengajak Abimanyu untuk bertemu Casta atau ia akan bicara terbuka dengan orang tuanya terlebih dahulu. Segalanya terasa begitu cepat terjadi, seperti mimpi. Cempaka menepuk-nepuk pipinya dengan kedua tangan. Abimanyu melihat apa yang dilakukan oleh Cempaka itu, kemudian tangan Abimanyu terulur dan menggenggam kedua telapak tangan Cempaka. "Kenapa tepuk-tepuk pipi? Ini bukan mimpi lho," tegur Abimanyu seolah bisa membaca isi hati Cempaka, manik mata Abimanyu menatapnya dengan berseri-seri. Cempaka salah tingkah dibuatnya, ia memalingkan wajahnya melihat sekitarnya tanpa berani menatap Abimanyu. Tatapan mata Cempaka berhenti pada ja

