Abimanyu berjalan mondar mandir di kamar yang sudah disiapkan oleh Alma sebelum pergi tadi. Ia melihat ponselnya berkedip dan segera ia memeriksanya kebetulan ada email dari temannya Ratan Parviz yang mengajaknya kerjasama import biji kopi kebetulan temannya itu memiliki investor yang berasal dari Amerika tetapi mereka berjanji untuk bertemu di Singapura. Siapa tahu ia juga membuka cabang kedai di Amerika sana. Kedai yang sudah ia rintis lebih dari lima tahun itu. Perasaan gelisah menderanya sekarang di satu sisi ia sudah berjanji kepada temannya itu untuk ikut ke Singapura bahkan tiket dan akomodasi sudah disiapkan disisi lain ada Cempaka dan Casta, benar-benar bingung dibuatnya. Ia semakin semangat untuk mengembangkan bisnisnya sekarang terlebih sejak adanya Casta, niat awal ia yang ing

