Keesokan paginya Cempaka yang sejatinya tidak bisa tidur, ia kemudian menyibukkan diri dengan memesan tiket pesawat dan berkemas-kemas. Untung saja kegiatannya tidak mengganggu tidur sang putra. Sampai saat fajar sudah menyingsing tak sedetikpun ia memejamkan matanya. Ia menatap pantulan wajahnya di cermin untung saja wajahnya tidak tampak kuyu. Cempaka bahkan sudah selesai memandikan Casta dan menyusui bayi tersebut, syukur anaknya tidak rewel mencari keberadaan Abimanyu. Cempaka kembali masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri. Di bawah guyuran air shower yang hangat ia merasa segala sesuatunya menjadi semakin rumit, segala sesuatu yang menyangkut dengan perasaannya dan juga Abimanyu. Ia teringat dengan nasehat dari pamannya Arya. "Ingat Nak, masalah akan menjadi besar jika kit

