17-23

1304 Words

Raut panik orang-orang di ruang tunggu terlihat jelas, yang satu menangis tapi mirip lolongan keputus-asaan. Yang satu menangis di pojokan dan yang satunya lagi menangis dalam diam. Percayalah, itu yang lebih bikin sesak! Yang akan lebih menyakitkan bila teruar. "Apa Ayah bakal baik-baik aja?" gumam Alee penuh ketakutan. Demian mengusap lengan Alee,"Sssttt... Om Keanu baik-baik aja, Lee. Percaya deh." "Doa aja, Lee." Nazrael mengimbuh, dia duduk nggak jauh dari sana. Mereka cukup syok dengan kabar Keanu pingsan di depan kantornya. Setelah acara nonton konser Nazrael dan makan-makan tadi, mereka cepat meluncur ke rumah sakit.  Apalagi kondisi sebelumnya emang lagi nggak baik-baik saja. Alee tahu semua masalah itu berasal dari neneknya. Ayahnya itu pasti banyak pikiran. Mengingat tentan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD