Demian terpekur sesaat dapat kabar dari Azril tentang Alee. Besok ada ujian pula. Beberapa hari ini dia dan Alee cuma chatt-an. Semalam nggak sempat karena terlalu lelah, karena ia harus bangun pagi buta buat nyelesein tugas ngodingnya. Kepalanya sempet cenat-cenut. Dan sekarang ia harus mencari Alee. Ke mana gadis itu? Demian turun dari kamarnya, kayak biasanya, rumahnya sepi bak kuburan. Orang rumah belum pada balik sore-sore begini. Apalagi papanya yang workaholic. Dia cukup senang Alee, pacarnya,-kalau boleh dibilang gitu-, punya orang tua yang lengkap dan terlihat saling dukung dan sayang. "Kalo lo terus kayak gini, gimana gue bisa nolong lo, Lee?" gumamnya resah. Baru ngambil segelas air, bel pagarnya udah bersahutan. Ia yakin itu mungkin Nazrael. Bibi tergopoh-gopoh masuk,"Mas

