"Kamu gak ikut ke rumah sakit, Lee?" usik Demian. Mendapati sang pacar yang murung dan mengurung diri di kamar. Alee berbalik, nampakin wajah basah air mata. Matanya yang bengkak, hidung memerah. Demian duduk di tepi tempat tidurnya, tangannya terulur menyibak anak-anak rambut yang ngalangin sebagian wajah Alee. "Dengan penampakan aku kayak gini, malah bikin Bunda curiga dan kamu tahu sendiri aku gak bisa bohong sama Bunda..." sahut Alee lebih mirip gumaman kecil sebenarnya. Demian senyum, mengusap pipinya yang basah. "Maaf ya kemaren aku lagi di lab komputer, ponsel kumatiin jadi gak tahu ada insiden itu. So, mandi gih, bersihin muka kamu, terus kita pergi. Ayo," kata Demian. Alis Alee bertaut,"Tapi aku lagi gak baik-baik aja, Dem." "Iya, tapi apa Bunda akan baik-baik aja kalo ka

