Kedua ayah dan Anak itu saling bertatapan dengan tajam. Kilatan licik terpatri dari wajah pria paruh baya itu. “ Jadi kapan lelaki yang katanya memberikanmu cincin berlian itu datang?” “ Sebentar lagi Mas Adam juga akan datang.” “ Adam ya namanya? Lengkapnya siapa, Bun?” “ Adam Alvino Aditama.” Jawab Kalina. “ Nama yang cukup bagus. Semoga sebagus orangnya.” Tentu saja Kalina itu punya selera yang tinggi. Lihat saja nanti! Deru mesin mobil yang memasuki rumah membuat Kalina langsung berdiri dari duduknya yang nyaman diatas sofa untuk membukakan pintu. Disana didepan pintu Adam telah datang dengan tampannya. “ Selamat sore!” sapanya sopan dibelakang Kalina yang terlebih dulu masuk dan menggiring pria itu duduk diatas sofa disampingnya. “ Selamat sore, Paman. Perkenalkan saya Ad

