Kalina terus melamun sepanjang perjalanan menuju perusahaan, Pikirannya bercabang kemana- mana. Terlebih lagi mengingat kejadian kemarin. Saat mbak Amita mencium stevan didepan matanya langsung. Kalina mendesah berat dan itu memancing perhatian Adam yang sedari tadi focus pada jalanan yang mereka lalui. “ Apa yang terjadi, kamu terlihat tegang sejak kemarin. Ceritakan saya siap mendengar keluh kesahmu?” ucap pria itu menghentikan mobilnya tepat saat lampu merah. “ Tidak ada. Hanya terlalu Lelah.” Ucap Kalina berbohong. “ Sebaiknya kamu Off saja hari ini. Saya tidak mau kamu terlalu diforsir bekerja, Saya tidak mau tumbang karena sibuk menuruti target produksi yang semakin tinggi.” “ Itu Namanya resiko kerja. Bukankah Anda menetapkan seperti itu sendiri, saya yang hanya sebagai Karya

