Bab 11

1643 Words

16 April 2019 Pagi itu seperti obrolan-obrolan sebelumnya, ibu kembali membicarakan sosok Arion dengan begitu berapi-api. Aku yang sedang mengepel rumah menjadi risih sekaligus teringat bahwa Ardan masih enggan bicara padaku. Ini sudah hari ketiga,  ponselnya tak kunjung aktif bahkan aku juga tidak bisa menghubungi dirinya melalui i********:. Semua kalimat yang diucapkan perempuan yang akan menginjak separuh abad itu hanya bagai angin lalu di telinga. Pikiranku tertuju pada kecemburuan Ardan yang sangat berlebihan. Oke,  aku akui aku salah. Tapi, bukankah kami sudah putus? Lantas kenapa dia masih setia memberikan harapan yang jelas-jelas takkan menjadi kenyataan? "Besok coba deh kamu ajak Arion ke sini, 'kan dia belum ketemu sama Papa kamu," kata ibu saat kain pel milikku sampai di dapu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD