Bab 27

1124 Words

"Hah! Serius kamu udah lamaran?" tanya Mbak Eka ketika kuberitahu bahwa aku sudah menerima lamaran Arion yang diadakan sangat mendadak dua hari lalu. Kuanggukan kepala sambil membelai cincin solitaire yang kini melingkar manis di jariku. Dia berkilauan diterpa cahaya lampu ruangan, seolah cincin yang disematkan Arion padaku menunjukkan klaimnya. Aku tersipu sendiri, seraya memegangi kedua pipi. Mbak Eka memelukku, mengatakan bahwa dia turut bahagia dengan apa yang sudah dicapai. Dia juga tidak menyangka bahwa aku akan luluh dengan keteguhan Arion yang tidak hentinya berusaha membuka hatiku yang benar-benar tertutup. Sedangkan temanku yang lain, meledek bahwa kebencian akan selalu diakhiri dengan rasa cinta. Aku menggeleng, aku tidak pernah membenci Arion, aku hanya selalu kesal dengan ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD