Bab 26

1153 Words

"Maaf ... ibuku meninggal dunia." Suara itu masih menggema di telinga, membuat rasa khawatir mendadak berubah menjadi rasa iba. Harusnya aku tidak boleh egois dengan diriku sendiri, harusnya aku tahu perubahan sikap Arion yang mendadak. Harusnya aku yang mengirim pesan kepadanya, harusnya ... ah! Bodoh! Aku memang terlalu egois! Naif! "Aku ... minta maaf," ucapku lirih, air mataku sudah bergumul di pelupuk mata. Sungguh sepertinya aku bukan seorang perempuan yang baik dan bisa memahami laki-laki. "Kenapa, minta maaf, Mel?" suara Arion terkekeh, padahal aku tahu di sana dia pasti sangat sedih. "Aku egois dan tidak memerhatikan dirimu." Ada jeda panjang, Arion tidak menjawab, hanya suara helaan napasnya yang terdengar berat. Aku yakin dia pasti menyesal dengan hubungan kami. Aku yaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD