Bab 25

1121 Words

Kulihat langit-langit kamarku dalam diam, rasanya kemarin aku terlalu jahat dengan Arion. Bahkan sejutek apapun sikapku padanya, dia masih sabar menghadapiku. Kuacak rambutku sendiri, harusnya menerima orang baru itu lebih mudah, tapi nyatanya tidak. Tapi, itu juga sepenuhnya salahku jika dia memang serius, mengapa pula dia tidak terbuka denganku? Suara ketukan pintu di balik pintu kamar, mengagetkanku, kemudian pintu itu terbuka menampakkan sosok ibuku dengan pakaian dasternya menghampiriku. "Ada Arion tuh!" hah? Seketika aku bangkit dari kasur, bukannya dia berjanji akan datang pukul tujuh malam nanti. Bahkan ini masih menunjukkan pukul tiga sore. Aku pun juga belum mandi usai membersihkan rumah. Dan kenapa aku tidak mendengar suara mesin motornya. "Suruh nunggu dulu, Ma, Amel belu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD