Bab 5

2220 Words

23 Maret 2019 Karma akan datang, apapun yang telah kau lakukan. Mungkin aku bisa menyebut kalimat itu kepada diriku sendiri terhadap apa yang pernah dirasakan oleh Arion sebelum dia dioperasi. Pria berpangkat sertu itu berulang kali memanggil perawat hanya sekadar membenarkan infus macet padahal sebenarnya tidak, meninggikan kepala bed, atau sekadar memberitahu infusnya yang habis padahal masih ada setengah. Yang paling konyol, dia membunyikan bel, saat kami menemuinya, dia berpura-pura tidak menekan bel. Tidak hanya aku, tetapi rekan kerja di tim lain harus menahan kesal terhadap tingkah kekanakan pria 28 tahun itu. Untung saja ini hari sabtu malam yang berarti kurang 8 jam lagi pasien cerewet itu pulang. Tidak banyak pula pasien yang dirawat, membuat lorong ruangan terlihat jauh lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD