Begitu pintu apartemen terbuka, Gween langsung menarik lengan Ethan dan mengajaknya masuk. Gween bahkan langsung menutup dan pintu terkunci secara otomatis dengan cepat. Kemudian, Gween membalikkan tubuhnya, melangkah mendekati Ethan yang berdiri beberapa langkah di belakangnya, lalu Gween mengalungkan lengannya di leher Ethan dan kemudian berjinjit hendak mencium Ethan tepat di bibir lelaki itu. "Tidak disini, Gween." Ethan langsung memundurkan kepalanya, menghindari Gween yang hendak menciumnya. Mendengar itu, Gween mendesah malas. "Kalau begitu maumu, sepertinya di kamarku adalah pilihan terbaik." Ethan lagi-lagi hanya tersenyum, membiarkan saja Gween yang kembali menarik pergelangan tangannya dan melangkah ke satu-satunya kamar yang ada di apartemen yang di sewa Gween i

