Lucas sampai di rumah hampir tengah malam. Udara terasa lebih berat saat ia mematikan mesin mobil. Garasi sunyi, hanya suara detak mesin yang perlahan mendingin. Lucas tidak langsung turun. Tangannya masih di setir. Pandangannya kosong lurus ke depan. Bibirnya masih terasa hangat. Ia mengatupkan rahang berusaha agar bernapas stabil dan berpikiran tentang kejadian barusan. Ia membuka pintu mobil dan melangkah keluar. Pintu ditutup pelan, hampir tanpa suara. Seolah suara sedikit saja bisa membocorkan rahasia yang baru saja ia simpan. Lampu ruang tamu masih menyala. Lucas mengernyit. Langkahnya melambat ketika suara televisi terdengar samar. Berita tengah malam. Volume kecil. Terlalu kecil untuk benar-benar ditonton. Di sofa, Kristian, duduk santai dengan satu tangan di sandaran, kak

