Bab 45 Titip ya

1066 Words

Malam sudah semakin larut ketika mobil Lucas berhenti di depan kontrakan sederhana tempat Sisil dan Dhea tinggal. Lampu teras masih menyala. Sisil langsung merinding. Sebab hal itu sudah jadi pertanda buruk. Sisil langsung menoleh ke arah Lucas dengan wajah curiga. “Om.” “Hm?” “Dhea belum tidur.” Lucas melirik ke arah rumah kecil itu. “Masalah?” Sisil menarik napas panjang. “Masalah besar.” Lucas terlihat santai. “Dia galak?” Sisil langsung menoleh. “Lebih galak dari Om kalau lagi posesif.” Lucas mengangkat alis sedikit. “Bagus.” "Kok bagus sih?" "Biar ada yang jagain kamu kalau aku lagi absen." Sisil merenggut. Mobil berhenti sempurna. Lucas turun lebih dulu, lalu membuka pintu untuk Sisil seperti biasa. Sisil turun sambil membawa beberapa kantong makanan yang tadi ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD