Keesokan paginya kantor sudah ramai. Divisi keuangan selalu jadi salah satu yang paling sibuk sejak pagi. Komputer menyala, printer berdengung, dan tumpukan laporan sudah menunggu diperiksa. Namun, keramaian itu tentu bukan karena kerjaan, melainkan karena gosip terbaru. Sisil baru saja duduk di kursinya ketika Dhea langsung menyeret kursinya mendekat. Mereka tidak berangkat bersama hari ini. Kemarin ketika Sisil pulang, Dhea udah molor dan saat pagi, mereka sibuk bersiap dan Lucas seperti kemarin, sudah siap mengantar Sisil kerja sehingga keduanya tidak sempat berghibah soal kejadian kemarin. “Lo.” Sisil bahkan belum sempat membuka laptop. “Apaan?” Dhea menyipitkan mata. “Semalam.” Sisil pura-pura tidak mengerti. “Kenapa?” Dhea menepuk meja pelan. “Jangan sok polos. Cerita.” Si

