Jam makan siang tiba. Sisil baru saja menyimpan file final forecasting ketika bayangan seseorang berhenti di depan mejanya. Ia mendongak. Rupanya Pak Andi. “Sisil, makan siang sudah belum?” tanyanya dengan wajah datarnya. Sisil tersenyum profesional. “Belum, Pak.” “Kebetulan saya mau bahas revisi proyeksi Mandala Group. Sekalian makan bareng boleh?” Dhea yang duduk di sebelah langsung mendongak. Revisi? Tadi pagi katanya sudah oke. Instingnya langsung bekerja. Pasti mau modus nih, Atasan, bisik Dhea dalam hati. Sisil mengangguk kecil. “Di sini aja, Pak? Saya bisa buka file-nya.” Pak Andi tersenyum tipis. “Lebih enak bahas sambil makan. Tidak lama, kok. Juga ada beberapa hal lain yang bisa kita sharing." Andi berusaha membujuk. Dhea menatap Sisil dengan tatapan awas. Sisil me

